Recent Posts

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Punya bekas luka operasi? Ada banyak cara menghilangkan bekas operasi yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah atau berdasarkan resep dari dokter. Selengkapnya ketahui berbagai caranya di bawah ini!

cara-menghilangkan-bekas-operasi-doktersehat

Cara Menghilangkan Bekas Operasi

Operasi adalah prosedur membuat sayatan lapisan kulit untuk keperluan pengobatan. Biasanya, sayatan dapat meninggalkan bekas luka pada kulit, sehingga kebanyakan pasien khawatir dapat mengganggu penampilan. Tak usah khawatir lagi karena ada banyak cara menyamarkan bekas luka!

Berikut beberapa cara menghilangkan bekas operasi:

1. Menggunakan Selotip Medis

Bekas luka yang menggunakan selotip medis selama 12 minggu setelah operasi, hasilnya kulit secara signifikan menyamarkan bekas luka. Selotip medis ditempelkan tegak lurus di atas luka dan dipakai sepanjang waktu untuk mencegah peregangan bekas luka ketika membungkuk dan meregangkan tubuh.

Selotip medis juga bisa digunakan pada bekas luka di tempat lain seperti pada wajah, perut, lengan, atau kaki (tidak dekat lutut atau siku) di mana tidak ada peregangan berlebih. Penggunaan selotip medis selama beberapa bulan untuk mempertahankan kelembapan ringan ketika bekas luka matang.

2. Menggunakan Jahitan yang Kuat, Dalam, dan Mudah Diserap

Jahitan kulit dalam adalah jahitan tersembunyi yang lebih dalam untuk membantu mencegah luka meregang saat menjalani aktivitas normal sehari-hari. Cara menghilangkan bekas operasi ini membantu bekas operasi memudar dengan cepat.

Sebelum operasi, sebaiknya tanyakan kepada dokter bedah apakah akan menggunakan jahitan tersembunyi yang lebih dalam ini, yang perlahan larut selama berbulan-bulan sehingga meringankan bekas luka yang paling rentan katikan tubuh meregang akibat melakukan aktivitas sehari-hari.

Berkonsultasi dengan dokter bertujuan untuk mengetahui bagaimana memperlakukan jenis jahitan ini agar membantu mempercepat pemulihan bekas luka operasi.

3. Menggunakan Jahitan Tersembunyi di Permukaan Kulit

Dalam istilah medis, jahitan ini disebut jahitan subkutikuler yang digunakan untuk menahan tepi luka bersama-sama alih-alih jahitan yang terputus.

Jahitan tersembunyi biasanya lebih disukai daripada jahitan yang tampak terlihat pada area tubuh di mana kulit membentang atau meregang akibat gerakan. Misalnya jahitan di punggung, dada, dan dekat persendian karena jahitan menandai bekas luka yang dapat menyebar dan meregang selama proses penyembuhan.

4. Makan Makanan Bergizi Seimbang dan Perbanyak Protein

Makan makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau tahu merupakan salah satu cara menghilangkan bekas operasi dengan cepat.

Jika rentan terhadap penyembuhan luka yang lebih lambat atau mengetahui bahwa pola makan kurang nutrisi, mungkin dapat mengonsumsi vitamin C dan suplemen zinc setiap hari pada minggu-minggu sebelum dan setelah operasi kulit.

5. Perban Silikon

Perban silikon serupa dengan plastik elastis ini berupa lembaran silikon yang diterapkan langsung di atas bekas luka operasi dan biarkan sampai mengering.

Penelitian telah menunjukkan bahwa silikon dapat membantu mengurangi bekas luka dan biasanya digunakan setelah operasi plastik.

Sebelum menjalani prosedur operasi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang perban silikon karena dokter bedah akan menerapkan perban jenis ini.

6. Obat Topikal

Beberapa obat topikal atau obat oles, termasuk krim, salep, atau gel yang bisa digunakan dengan atau tanpa resep. Obat topikal digunakan untuk merawat bekas luka yang disebabkan oleh luka, cedera, atau luka lainnya, seperti bekas operasi.

Jika berada di bawah perawatan ahli bedah plastik dan jaringan parut berasal dari bedah plastik atau kosmetik, sebaiknya tanyakan kepada dokter bedah apakah perawatan bebas resep merupakan salah satu cara menghilangkan bekas operasi.

Jika tidak, ada resep yang dapat membantu seperti steroid atau antihistamin oral tertentu untuk bekas luka yang menyebabkan gatal dan sangat sensitif.

7. Pijat

Sering kali dokter menyarankan pasien memijat bekas luka operasi pada ahli terapi pijat berlisensi. Terapi pijat harus dilakukan setelah luka ditutup atau jahitan dilepas.

Memijat bekas sayatan dan jaringan di sekitarnya mampu menghilangkan benjolan atau pembengkakan yang tersisa setelah proses penyembuhan. Pastikan menggunakan lotion yang cukup agar nyaman saat pemijatan.

8. Penempatan Sayatan

Cara menghilangkan bekas operasi ini tidak mutlak dalam beberapa operasi. Pasien mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli bedah tentang di mana sayatan ditempatkan untuk menyamarkan atau membantu meminimalkan bekas luka.

Operasi caesar misalnya dapat dilakukan dengan sayatan vertikal, yang mungkin lebih jelas, atau sayatan horizontal, yang mungkin disamarkan dengan bikini atau pakaian dalam.

9. Obat Resep

Jika memiliki kecenderungan mengalami bekas luka yang parah setelah operasi, dokter bedah mungkin dapat meresepkan cleansers (pembersih), salep, atau regimen pengobatan luka untuk membantu memudarkan bekas operasi.

10. Suntikan Steroid

Jika pascaoperasi cenderung membentuk bekas luka keloid, konsultasikanlah dengan dokter bedah tentang penggunaan steroid sebagai cara menghilangkan bekas operasi. Keloid adalah bekas luka menonjol dan keras akibat kelebihan protein atau kolagen selama penyembuhan luka pada kulit.

11. Operasi

Meskipun tidak akan menghilangkan bekas luka secara permanen, operasi dapat dilakukan untuk menyamarkan bekas luka operasi sebelumnya. Namun, prosedur ini tidak dianjurkan untuk jaringan parut hipertrofik atau keloid karena berisiko meninggalkan bekas luka berulang serta bekas luka yang lebih parah.

Baca Juga: 12 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah yang Alami dan Medis

Cara Mencegah Bekas Operasi

Pencegahan bekas luka operasi tergantung pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan. Cara sederhananya adalah mengikuti instruksi yang diberikan dokter bedah. Sedangkan cara lainnya membutuhkan kesabaran.

Berdasarkan berbagai faktor, berikut cara mencegah bekas luka operasi:

  • Minum air yang cukup: Tubuh yang mendapatkan air yang cukup dapat menghidrasi kulit dan tetap lembap, sehingga membantu pemulihan bekas luka operasi.
  • Makan makanan bergizi. Selain membantu menyamarkan bekas luka, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dengan asupan protein, juga membantu mencegah bekas luka. Protein merupakan senyawa organik pembangun kulit untuk penyembuhan.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, mungkin dapat meningkatkan risiko bekas luka. Ini karena lemak di bawah kulit dapat mencegah pemulihan luka setelah operasi.
  • Mencegah infeksi. Perawatan bekas sayatan operasi yang baik bisa mencegah infeksi. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah bekas luka setelah operasi.
  • Merokok. Tidak hanya meningkatkan risiko bekas luka, merokok juga memperlambat penyembuhan. Merokok adalah faktor risiko yang signifikan sehingga ahli bedah plastik akan melarang merokok dua minggu sebelum operasi.
  • Alkohol. Minum minuman beralkohol mendehidrasi tubuh dan kulit, yang menurunkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Ketika sedang menjalani penyembuhan luka bekas operasi, sebaiknya hindari alkohol dan minuman berkafein.

Itulah cara memudarkan bekas operasi dan cara mencegah terbentuknya bekas luka yang bisa dicoba. Jika ingin menggunakan salah satu atau beberapa pengobatan di atas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi kulit, riwayat medis, dan lamanya bekas luka untuk mendapat jenis perawatan yang tepat!

 

  1. Rosengren, Helena. 2019. How to reduce the appearance of surgical scars. https://www.skinrepair.net.au/skin-treatment/how-to-reduce-the-appearance-of-surgical-scars/. (Diakses pada 2 Juni 2020)
  2. Anonim. 2019. Cosmetic Procedures: Scars. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-scars#1. (Diakses pada 2 Juni 2020)
  3. Whitlock, Jennifer. 2020. How to Prevent or Minimize Surgery Scars. https://www.verywellhealth.com/preventing-or-minimizing-scars-after-surgery-3156926. (Diakses pada 2 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Kamis, 02 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

imiquimod-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Minggu, 28 Juni 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Piroxicam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Piroxicam adalah obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan akibat penyakit terkait radang sendi. Ketahui piroxicam obat apa, dosis, aturan pakai, harga, dll.

obat-piroxicam-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Piroxicam

Berikut ini adalah informasi umum obat piroxicam:

Nama Obat Piroxicam
Kandungan Obat Piroxicam
Kelas Obat Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS)
Kategori Obat Obat keras
Manfaat Obat Membantu meringankan gejala nyeri dan peradangan akibat radang sendi
Kontraindikasi Obat Hipersensitif
Sediaan Obat Tablet dan gel
Harga Obat Rp252/tablet

Harga obat piroxicam mungkin berbeda di setiap apotek. Dapatkan obat anti peradangan ini di apotek terdekat atau toko obat online namun tetap dengan resep dokter.

Piroxicam Obat Apa?

Piroxicam adalah obat untuk meredakan peradangan, pembengkakan, kekakuan, atau rasa nyeri akibat kondisi terkait radang sendi, termasuk osteoarthritis atau rheumatoid arthritis. Obat termasuk dalam obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Obat piroxicam adalah obat obat antiinflamasi nonsteroid atau obat anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Obat ini bekerja dengan cara menangkal zat tubuh tertentu yang menyebabkan peradangan.

Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi peradangan lain. Konsultasikan pada dokter terutama bila Anda ingin menggunakan obat ini untuk radang sendi kronis.

Merek Dagang Piroxicam

Merek dagang obat piroxicam lainnya, meliputi:

  • Denicam
  • Faxiden
  • Feldene
  • Grazeo
  • Pirocam
  • Pirofel
  • Samrox

Obat ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Fungsi Obat Piroxicam

Fungsi obat piroxicam adalah untuk mengatasi gejala peradangan pada:

  • Artritis reumatoid, gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada persendian. Kondisi ini mungkin menyerang jaringan tubuh lainnya seperti kulit, mata, paru, jantung, dan pembuluh darah.
  • Osteoarthritis, peradangan pada persendian yang biasanya menyerang sendi tangan, lutut, dan tulang belakang. Kondisi ini adalah peradangan paling umum yang dialami banyak orang.

Obat ini mungkin ditujukan untuk indikasi atau peradangan lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Peringatan Obat Piroxicam

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat radang sendi ini, berikut ini:

  • Jangan menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat alergi obat piroxicaman.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lainnya atau pernah mengalami serangan asma setelah minum obat OAINS atau aspirin.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat dan faktor risiko penyakit jantung.
  • Obat ini tidak boleh digunakan sebelum dan setelah operasi bypass jantung.
  • Obat ini memiliki risiko pendarahan lambung dan usus.
  • Obat ini tidak boleh digunakan pada ibu hamil, terutama pada ibu hamil di trimester terakhir karena akan berbahaya pada janin.
  • Obat ini juga sebaiknya tidak diminum oleh wanita yang sedang merencanakan kehamilan karena akan menunda proses ovulasi atau pembuahan.
  • Sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat ini bila Anda sedang menyusui.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas 18 tahun.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Gagal jantung kongestif
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Penyakit jantung iskemik
  • Penyakit arteri perifer
  • Penyakit asma bronkial
  • Penyakit sirosis
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan koagulasi
  • Sindrom nefrotik
  • Penyakit gigi
  • Dehidrasi
  • Wanita dengan kondisi infertilitas
  • Tekanan darah tinggi
  • Perokok
  • Gangguan penggumpalan darah
  • Penyakit tukak lambung
  • Pendarahan lambung

Baca dengan teliti peringatan obat di balik label kemasan. Obat ini termasuk obat keras jadi gunakan obat sesuai dengan aturan pakai untuk mengurangi efek samping dan memaksimalkan kerja obat untuk menyembuhkan gejala peradangan tersebut.

Interaksi Obat Piroxicam

Interaksi obat adalah reaksi ketika Anda menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, dan herbal lainnya secara bersamaan. Semua obat tersebut mungkin mengalami interaksi yang menyebabkan efek samping, melemahkan, atau meningkatkan kinerja salah satu atau kedua kinerja obat.

Berikut ini reaksi obat radang sendi ini yang mungkin terjadi:

  • Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal atau perdarahan bila digunakan bersama dengan obat antiplatelet dan kortikosteroid.
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas bila digunakan bersama dengan siklosporin dan tacrolimus.
  • Meningkatkan efek antikoagulan bila digunakan bersama dengan obat warfarin.
  • Meningkatkan risiko gastrointestinal bila digunakan bersama dengan obat OAINS lainnya atau aspirin.

Obat Piroxicam juga memiliki risiko interaksi bila digunakan bersama dengan obat berikut ini:

  • Adderall
  • Advil
  • Aleve
  • Ambien
  • Aspirin
  • Atenolol
  • Kalsium 600 D
  • Celebrex
  • Cymbalta
  • Minyak Ikan
  • Gabapentin
  • Ibuprofen
  • Lipitor
  • Lisinopril
  • Lyrica
  • Meloxicam
  • Metoprolol Succinate ER
  • Motrin
  • Naproxen
  • Nexium
  • Norco
  • Paracetamol
  • Prednison
  • Singulair
  • Synthroid
  • Tramadol
  • Tylenol
  • Vicodin
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3
  • Xanax
  • Zoloft
  • Zyrtec

Hindari menggunakan dua obat secara bersamaan kecuali dengan resep dokter, untuk mengurangi risiko interaksi obat dan efek sampingnya.

Efek Samping Piroxicam

Berikut ini risiko efek samping obat pereda peradangan ini:

  • Mual dan muntah
  • Kulit ruam
  • Kembung
  • Warna urine menjadi keruh
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan
  • Tidak napsu makan
  • Pembengkakan pada wajah, jari, dan kaki
  • Gangguan pernapasan

Efek samping lain yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Gusi berdarah
  • Mimisan
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada
  • Kelelahan ekstrim
  • Kulit terbakar
  • Sulit menelan
  • Demam dan kedinginan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Pingsan

Informasi ini tidak memuat semua kemungkinan efek samping obat ini. Efek samping lain mungkin terjadi. Harap gunakan obat sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang tepat agar tidak terjadi efek samping.

Dosis Obat Piroxicam

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  •  Usia.
  • Jenis kelamin.
  • Tingkat keparahan penyakit.
  • Kondisi kesehatan saat ini.
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama.

Berikut ini informasi tentang dosis obat Piroxicam untuk mengatasi osteoartritis dan artritis reumatoid:

  • Dewasa: 20 mg sebagai dosis tunggal setiap hari.
  • Lansia: Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin.

Durasi perawatan dengan obat ini selama 14 hari atau disesuaikan dengan resep dokter. Sementara penggunaan gel piroxicam adalah dengan mengoleskan 0,5% gel 3-4 kali sehari.

Cara Pakai Piroxicam

Berikut ini cara pakai obat piroxicam:

  • Baca dosis obat pada label penggunaan obat dengan teliti.
  • Minum obat sesuai dengan yang disarankan dan pada waktu yang tepat.
  • Minum obat dengan air putih.
  • Jangan langsung berbaring setelah minum obat, setidaknya beri jeda 10 menit.
  • Minum obat ini sesudah makan untuk mencegah risiko sakit perut, atau minum susu sebelumnya.
  • Perawatan dengan obat ini mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu.
  • Bila Anda lupa minum obat, segera minum obat setelah Anda mengingatnya.
  • Bila saat Anda mengingatnya sudah masuk waktu ke dosis berikutnya, maka lewatkan dosis yang terlupakan dan lanjutkan minum obat seperti biasa.
  • Tetap minum obat tersebut sesuai jadwal dan penggunaan.

Petunjuk Penyimpanan Piroxicam

Jangan menyimpan obat sembarangan. Ikuti petunjuk penggunaan obat berikut ini:

  • Hindari obat dari paparan cahaya, panas, tempat lembap, dan air.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 30°C.
  • Simpan obat di kotak P3K atau laci khusus obat-obatan yang tertutup.
  • Jangan menyimpan obat di dekat kompor, wastafel, atau tempat panas.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Bila perlu, simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang piroxicam obat apa. Obat piroxicam adalah obat untuk meredakan gejala radang sendi. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Drugs. 2020. Piroxicam. https://www.drugs.com/mtm/piroxicam.html. (Diakses pada 17 Juni 2020).
  2. MIMS. 2020. Piroxicam. https://mims.com/indonesia/drug/info/piroxicam?mtype=generic. (Diakses pada 17 Juni 2020).
  3. WebMD. 2020. Piroxicam. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10942/piroxicam-oral/details. (Diakses pada 17 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Piroxicam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Piroxicam: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Rabu, 17 Juni 2020