Browsing "Older Posts"

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Menggigil: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menggigil adalah reaksi tubuh yang wajar terjadi ketika seseorang kedinginan. Sensasi ini juga bisa menandakan kondisi medis tertentu yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, cara mengatasi, dan lainnya di bawah ini!

menggigil-doktersehat

Apa Itu Menggigil?

Menggigil adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kedinginan yang penyebabnya tidak jelas. Ketika tubuh kedinginan, otot akan berkontraksi dan rileks dengan cepat untuk menghasilkan panas. Hal inilah yang menyebabkan badan terasa sangat dingin.

Menggigil merupakan gerakan tubuh refleks, sama seperti bersin atau batuk, kita tidak bisa mengontrolnya. Kondisi bukan hanya merupakan respons tubuh terhadap udara yang dingin, tapi juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu.

Ciri dan Gejala Menggigil

Badan menggigil sendiri bukan merupakan penyakit, melainkan merupakan sebuah gejala. Paling umum kondisi ini dibarengi dengan gejala lain seperti demam, tapi dapat juga dibarengi dengan beberapa gejala lain. Gejala yang muncul bergantung pada kondisi yang menyebabkan tubuh terasa dingin.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila menggigil dan demam tidak hilang dalam waktu 48 jam, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Anda juga sebaiknya berkonsultasi apabila muncul gejala lain seperti:

  • Leher kaku
  • Mengi
  • Batuk parah
  • Sesak napas
  • Lesu dan lemas
  • Kebingungan
  • Sakit perut
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Muntah
  • Sifat lekas marah
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Jika demam dan badan menggigil terjadi pada anak, segera berkonsultasi ke dokter apabila:

  • Demam pada anak di bawah 3 bulan
  • Demam pada anak usia 3-6 bulan dengan gejala lesu dan rewel
  • Demam pada anak usia 6-24 bulan berlangsung lebih dari satu hari
  • Demam pada anak usia 2-17 tahun yang berlangsung lebih dari 3 hari dan tidak merespons pengobatan

Kondisi medis ini memang tidak selalu mengindikasikan kondisi berbahaya. Meskipun begitu, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

Penyebab Menggigil

Penyebabnya secara umum tentunya adalah udara yang dingin. Namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat juga beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab.

Beberapa penyebab menggigil yang umum meliputi:

  • Flu
  • Flu perut akibat bakteri atau virus
  • Demam
  • Gangguan psikogenik
  • Radang tenggorokan
  • Sinusitis
  • Infeksi saluran kemih
  • Malaria
  • Pneumonia
  • Menggigil postanestetik
  • Meningitis
  • Reaksi terhadap aktivitas fisik ekstrem
  • Hipotiroidisme
  • Hipoglikemia
  • Malnutrisi
  • Efek samping obat
  • Hipotermia
  • Reaksi emosional
  • Kecemasan
  • Sepsis
  • Tremor

Diagnosis Menggigil

Diagnosis dilakukan untuk mencari tahu apa penyebab menggigil. Dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya jika dibutuhkan.

1. Anamnesis

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan dan bertanya tentang gejala yang Anda alami. Beberapa pertanyaan terkait badan menggigil dan demam yang mungkin ditanyakan meliputi:

  • Apakah menggigil menyebabkan gemetar atau hanya menyebabkan kedinginan?
  • Berapa suhu tubuh tertinggi yang menyertai kedinginan?
  • Apakah baru merasakan badan dingin sekali atau pernah mengalami episode berulang?
  • Berapa lama setiap episode menggigil berlangsung?
  • Apakah kondisi ini dimulai setelah terpapar alergen atau muncul secara tiba-tiba?
  • Apakah terdapat gejala lainnya?

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat adanya tanda klinis penyakit pada tubuh pasien.

3. Tes Diagnostik

Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk memastikan kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis tes diagnosis yang mungkin akan disarankan oleh dokter adalah seperti:

  • Tes darah. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk mendeteksi keberadaan bakteri atau jamur dalam darah.
  • Tes urine. Pemeriksaan sampel urine yang dilakukan di laboratorium untuk mendeteksi bakteri dan jamur.
  • Kultur sputum. Pemeriksaan sampel lendir dari paru-paru dan bronkus untuk mendeteksi organisme asing seperti bakteri atau jamur.
  • Rontgen dada. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi pneumonia, tuberkulosis (TBC), atau infeksi lainnya.

Baca Juga: Demam: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Pengobatan Menggigil

Cara mengatasi menggigil lainnya tentunya disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan udara dingin, tentunya kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat mereda dengan sendirinya jika Anda menghangatkan tubuh.

Jika membutuhkan perawatan, maka perawatan dapat berupa perawatan di rumah atau dapat juga berupa perawatan medis jika dibutuhkan.

1. Perawatan di Rumah

Jika badan menggigil dibarengi dengan demam ringan, perawatan di rumah dapat dilakukan untuk mengatasinya. Demam ringan adalah apabila kenaikan suhu tubuh tidak melebihi 38,6° C.

Berikut ini beberapa cara mengatasi menggigil di rumah:

  • Istirahat yang cukup.
  • Minum cairan yang banyak.
  • Tutupi tubuh dengan pakaian dan selimut tipis, hindari selimut tebal dan pakaian tebal yang dapat meningkatkan suhu tubuh dan justru menyebabkan Anda demam.
  • Seka tubuh atau mandi dengan air hangat untuk menurunkan demam.
  • Gunakan obat OTC (over-the-counter) atau obat bebas untuk mengatasi demam seperti aspirin, parasetamol, atau ibuprofen.

Jika ingin menggunakan obat, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaannya dengan teliti dan menghindari penggunaan jangka panjang.

Perawatan di rumah pada anak dan dewasa kurang lebih tidak jauh berbeda. Namun apabila demam ringan terjadi pada anak, sebaiknya hanya berikan parasetamol saja dan jangan berikan obat lain, terutama aspirin.

Jangan lupa juga untuk memberikan asupan cairan lebih banyak untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.

2. Perawatan Medis

Apabila kondisi ini disebabkan oleh gangguan medis tertentu, perawatannya tentu akan bergantung pada penyebabnya. Episode badan terasa sangat dingin berulang bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius yang mungkin membutuhkan perawatan jangka panjang untuk mengatasinya.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Dokter baru dapat menentukan cara mengatasi menggigil yang paling tepat untuk Anda setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan melakukan diagnosis.

Komplikasi Menggigil

Badan menggigil biasanya kondisi yang menandakan berkembangnya infeksi atau peradangan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini terkait dengan kondisi serius atau mengancam nyawa, seperti meningitis atau hipotermia.

Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan ke dokter. Setelah penyebab yang mendasarinya didiagnosis, ikuti saran perawatan dari dokter untuk membantu mengurangi potensi komplikasi berikut:

  • Kerusakan otak akibat demam yang sangat tinggi.
  • Dehidrasi karena kekurangan asupan cairan, demam, muntah, diare, dan peningkatan keringat.
  • Mengalami kejang.
  • Syok, koma, dan kegagalan organ.

Pencegahan Menggigil

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah menggigil:

  • Pastikan menggunakan pakaian tebal ketika musim dingin atau hujan.
  • Pastikan suhu ruangan tetap hangat.
  • Menjaga kebersihan ruangan dan tangan untuk mencegah virus atau bakteri.
  • Minum cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Makan makanan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
  • Mendapatkan vaksin atau imunisasi sesuai jadwal yang ditentukan.

_

Itu dia informasi lengkap tentang menggigil. Meskipun tidak selalu mengindikasikan penyakit berbahaya, tapi kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan dan harus diatasi dengan cara yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Donohue, Maureen dan Valenica Higuera. 2018. What You Should Know About the Chills. https://www.healthline.com/health/chills. (Diakses 7 April 2020).
  2. Healthgrades Editorial Staff. 2018. Chills. https://www.healthgrades.com/right-care/symptoms-and-conditions/chills. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Roland, James. 2017. What You Should Know About Shivering. https://www.healthline.com/health/shivering. (Diakses 7 April 2020).
  4. Sissons, Claire. 2020. How to stop shivering. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322515. (Diakses 7 April 2020).
  5. Whelan, Corey. 2018. 7 Causes for Chills Without Fever and Tips for Treatment. https://www.healthline.com/health/chills-without-fever. (Diakses 7 April 2020).

Itulah tadi informasi dari judi slot online mengenai Menggigil: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Menggigil: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Selasa, 28 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Retinitis pigmentosa adalah salah satu penyakit mata yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau kebutaan. Simak informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini!

retinitis-pigmentosa-doktersehat

Apa Itu Retinitis Pigmentosa?

Retinitis pigmentosa adalah sekelompok penyakit pada retina mata yang dapat menyebabkan rabun senja atau rabun ayam (nyctalopia), yang seiring waktu dapat berkembang dan akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Retina adalah lapisan tipis sel yang berada di bagian belakang bola mata. Retina berfungsi untuk menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal saraf ke otak untuk melihat.

Retina memiliki dua jenis sel yang menangkap cahaya, yaitu sel batang berada di sekitar cincin luar retina yang berfungsi untuk melihat dalam gelap dan sel kerucut yang berada di tengah retina berfungsi untuk melihat ketika terang.

Penyakit ini merupakan kelainan langka yang diturunkan dari orang tua ke anak, yaitu hanya 1 dari 4.000 orang di dunia yang mengalaminya. Sekitar setengah dari semua orang dengan penderitanya memiliki anggota keluarga yang juga memilikinya.

Ciri dan Gejala Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit mata yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak. Namun, kapan penyakit dimulai dan seberapa cepat kondisinya menjadi semakin buruk bervariasi pada setiap orang.

Kebanyakan penderita penyakit ini kehilangan penglihatan saat awal dewasa. Namun, kondisi ini juga dapat diwariskan secara genetik, terutama ketika menginjak usia 40 tahun.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala retinitis pigmentosa:

1. Rabun Senja atau Rabun Ayam (Nyctalopia)

Gejala awal yang mungkin berkembang adalah kesulitan melihat dalam kondisi kurang pencahayaan atau gelap. Penderitanya mungkin akan tersandung benda-benda atau tidak kesulitan mengemudi di malam hari.

2. Hilangnya Penglihatan Tepi (Tunnel Vision)

Kehilangan penglihatan tepi atau penyempitan lapang pandang segera setelah mengalami rabun senja. Kondisi ini membuat penderitanya tidak bisa melihat segala sesuatunya tanpa memalingkan kepala atau tepi luar penglihatan terlihat gelap dan lingkaran penglihatan penyempitan di tengah.

3. Fotofobia dan Photopsia

Gejala retinitis pigmentosa akan membuat lebih sulit melakukan pekerjaan detail dan mungkin kesulitan melihat warna. Tahap ini terjadi karena kerucut terpengaruh, yang terkadang membuatnya tidak berfungsi terlebih dulu.

Seseorang mungkin mengalami ketidaknyamanan atau silau melihat cahaya yang disebut sebagai fotofobia. Penderitanya mungkin juga seperti melihat kilatan cahaya yang berkilau atau berkedip yang disebut photopsia.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke dokter?

Segera periksakan ke dokter spesialis mata jika mengalami masalah penglihatan, termasuk penurunan kemampuan melihat di malam hari, mengalami penyempitan lapang pandang, gejala semakin memburuk, atau timbulnya gejala baru.

Jenis dan Penyebab Retinitis Pigmentosa

Lebih dari 60 gen yang berbeda dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit ini. Orang tua dapat mewariskan gen yang bermasalah kepada anak-anaknya dengan tiga cara berbeda, di antaranya:

1. Autosomal Resesif

Kedua orang tua yang memiliki satu salinan gen bermasalah dan satu salinan gen normal menjadi penyebab retinitis pigmentosa, tetapi tidak menimbulkan gejala apa pun.

Anak yang mewarisi dua salinan gen bermasalah dari ibu dan ayah akan mengembangkan jenis autosomal resesif. Ini karena dua salinan gen bermasalah membuat setiap anak dalam keluarga memiliki kemungkinan terkena penyakit ini sekitar 25%.

2. Autosomal Dominan

Jenis ini hanya akan berkembang ketika disebabkan oleh satu salinan gen bermasalah. Orang tua yang memiliki gen ini memiliki risiko 50% mewariskan kepada anaknya.

3. X-linked

Ibu yang membawa gen bermasalah pada salah satu kromosom X dapat mewariskan kepada putranya. Karena wanita memiliki dua kromosom X, efek mutasi pada satu kromosom X diimbangi gen normal pada kromosom X lainnya.

Masing-masing anak memiliki risiko 50% untuk mewarisinya. Sebagian besar ibu yang membawa gen tidak akan memiliki gejala apa pun.

Kebanyakan putra yang mewarisi dari ibu akan memiliki kondisi yang lebih berat. Sedangkan Ayah yang memiliki gen tidak bisa mewariskan kepada anak-anaknya.

Faktor Risiko Retinitis Pigmentosa

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena retinitis pigmentosa, di antaranya:

  • Paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat mempercepat kehilangan penglihatan.
  • Beberapa wanita mengalami kehilangan penglihatan lebih cepat selama kehamilan. Namun, efek kehamilan pada penyakit ini belum diteliti secara klinis.
  • Retinitis pigmentosa adalah penyakit genetik bawaan yang disebabkan oleh mutasi gen aktif dalam sel retina. Mutasi gen diprogram ke dalam sel pada saat pembuahan.

Baca Juga: Retinoblastoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Retinitis Pigmentosa

Dokter spesialis mata dapat mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan langsung pada mata. Dokter akan melihat mata dan melakukan beberapa tes khusus, di antaranya:

1. Pemeriksaan Retina Mata

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi retina mata, termasuk untuk respons refleks pupil, penglihatan warna (tes buta warna), pemeriksaan slit lamp (mendeteksi kerusakan bola mata), tekanan intraokular (tekanan pada bola mata), dan ketajaman penglihatan.

2. Ophthalmoscope

Dokter akan memberikan obat tetes mata untuk membuat pupil lebih lebar agar bisa melihat retina dengan lebih baik. Dokter juga akan menggunakan alat genggam untuk melihat bagian belakang mata. Jika memiliki penyakit retinitis pigmentosa, mungkin ada bintik hitam pada retina.

2. Tes Lapang Pandang

Pasien akan melakukan tes untuk melihat titik objek melalui mesin. Sambil menatap pada titik tersebut, benda atau cahaya akan muncul ke samping. Pasien akan menekan tombol ketika melihatnya dan mesin akan membuat peta seberapa jauh penglihatan lapang pandang dari penjuru sisi yang bisa dilihat.

3. Electroretinogram (ERG)

Dokter spesialis mata akan memasang film dari foil emas atau lensa kontak khusus pada mata pasien. Kemudian ia akan mengukur bagaimana retina merespons kilatan cahaya.

4. Tes Genetik

Dokter mata akan mengambil dan mengirimkan sampel DNA ke laboratorium untuk mengetahui bentuk retinitis pigmentosa yang dimiliki pasien.

Jika Anda atau siapa pun dalam keluarga didiagnosis menderita penyakit ini, semua anggota keluarga harus melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.

Pengobatan Retinitis Pigmentosa

Tidak ada obat khusus untuk penyakit ini, tetapi ada beberapa pilihan perawatan yang dapat memperlambat kehilangan penglihatan dan bahkan dapat mengembalikan penglihatan, di antaranya:

1. Menggunakan Kacamata Hitam

Penggunaan kacamata hitam dapat membantu mata menghindari paparan sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya dan dapat mempercepat kehilangan penglihatan.

2. Acetazolamide

Area kecil di pusat retina bisa membengkak atau disebut edema makula yang dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Penggunaan obat acetazolamide dapat meringankan pembengkakan dan meningkatkan ketajaman penglihatan.

3. Vitamin A Palmitat

Penggunaan vitamin ini dalam dosis tinggi dapat membantu sedikit memperlambat retinitis pigmentosa setiap tahunnya. Namun, harus berhati-hati, karena terlalu banyak bisa beracun. Sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter dosis dan efek samping lainnya.

4. Implan Retina

Jika mengalami penyakit ini pada tahap akhir atau X-linked, kemungkinan besar memerlukan implan retina yang dapat memberikan penglihatan sebagian. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan retina ke dalam mata dan dipasangkan dengan kacamata yang dilengkapi dengan kamera.

5. Pengobatan Lainnya

Perawatan lain untuk meringankan gejala penyakit ini, termasuk penggantian sel atau jaringan yang rusak dengan yang sehat dan terapi gen untuk memasukkan gen sehat ke dalam retina. Perawatannya menggunakan alat khusus yang dapat membantu memaksimalkan penglihatan dan rehabilitasi untuk membantu pasien tetap mandiri melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

Komplikasi Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap atau mungkin berkembang secara perlahan atau mungkin lebih cepat. Berikut ini beberapa komplikasi dari retinitis pigmentosa:

  • Kebutaan. Penyakit ini menyebabkan kehilangan penglihatan yang memburuk seiring waktu. Meskipun jarang terjadi, pada beberapa orang akhirnya mengalami kebutaan.
  • Katarak. Pasien penderita penyakit ini biasanya mengembangkan jenis katarak yang disebut katarak subkapsular. Ketika kondisi ini terjadi, lensa menjadi buram dan penglihatan terganggu.
  • Ablasio retina. Pada beberapa pasien mungkin mengalami ablasio retina yang terjadi ketika retina terpisah dari perlekatannya ke bagian belakang bola mata. Bahkan, tanpa perawatan yang cepat membuat ablasio retina menyebabkan hilangnya penglihatan permanen.
  • Mengganggu aktivitas. Penyakit ini pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, keterbatasan dalam beraktivitas ketika kurang penerangan atau gelap dan mungkin kesulitan untuk berkendara di malam hari.

Pencegahan Retinitis Pigmentosa

Penyakit ini adalah kelainan genetik, sehingga tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi gejala, di antaranya:

  • Ketika keluarga memiliki riwayat penyakit ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait genetik untuk menilai faktor risiko anak-anak yang mewarisi penyakit ini.
  • Penggunaan suplemen vitamin A dalam bentuk tertentu kemungkinan dapat menunda gejala masalah pada retina.
  • Menggunakan kacamata antiradiasi sangat penting untuk melindungi mata dari cahaya biru yang lebih merusak mata daripada sinar ultraviolet.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Retinitis Pigmentosa?. https://www.webmd.com/eye-health/what-is-retinitis-pigmentosa#1. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17429-retinitis-pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa. https://www.drugs.com/health-guide/retinitis-pigmentosa.html. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  4. Anonim. Tanpa Tahun. Retinitis Pigmentosa (RP)- Causes and Treatment. https://diseasesdic.com/retinitis-pigmentosa-rp-causes-and-treatment/. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  5. Anonim. 2018. Retinitis pigmentosa. https://medlineplus.gov/ency/article/001029.htm#:~:text=The%20cells%20controlling%20night%20vision,family%20history%20of%20retinitis%20pigmentosa. (Diakses pada 27 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari daftar judi slot mengenai Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Retinitis Pigmentosa: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Senin, 27 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Paramol adalah obat yang mengandung paracetamol 500 mg. Obat ini digunakan untuk menurunkan demam. Ketahui manfaat obat Paramol, aturan penggunaan, dosis, efek samping, dan harganya di sini.

obat-paramol-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Paramol

Berikut ini adalah informasi umum obat Paramol:

 Nama Obat Paramol
 Kandungan Obat  Paracetamol 500 mg
 Kelas Obat  Analgesik (non-opioid) dan antipiretik
 Kategori Obat  Obat bebas
 Manfaat Obat  Meredakan rasa sakit termasuk demam, sakit gigi, dan pusing
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif
 Sediaan Obat  Tablet
 Harga Obat  Rp4.169/strip @10 tablet

Harga Paramol mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Paracetamol. Tanyakan pada apoteker Anda untuk harga Paramol dalam sedian lainnya.

Paramol Obat Apa?

Paracetamol adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, nyeri punggung, pilek, atau flu biasa. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan sendi seperti gejala osteoartritis.

Obat ini mengandung bahan utama paracetamol 500 miligram serta tergolong dalam kelas obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik. Anda dapat menggunakan obat ini tanpa resep dokter, tapi harap ikuti petunjuk penggunaan di balik kemasan.

Merek Dagang Paramol

Obat ini tersedia dalam obat generik Paracetamol. Sementara obat dengan kandungan paracetamol yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Acetaminophen
  • Biogesic
  • Cetapain
  • Eterfix
  • Farmadol
  • Glocetamol Forte
  • Hufagesic
  • Kamolas
  • Mixagrip Flu
  • Moretic
  • Naprex
  • Nofebril
  • Panadol
  • Pamol
  • Pamol Suppository
  • Paracetamol Mersifarma
  • Paramex SK
  • Praxion
  • Poro
  • Sanmol Child Chewable
  • Sanmol Infusion
  • Sanmol
  • Sumagesic
  • Tempra
  • Termorex

Obat paracetamol mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Fungsi Obat Paramol

Obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk:

  • Demam
  • Pilek
  • Flu
  • Nyeri punggung
  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Nyeri menstruasi

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati indikasi nyeri sedang lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang manfaat paracetamol lainnya.

Baca Juga: Acetaminophen (Paracetamol): Manfaat, Dosis, Efek Samping

Peringatan Obat Paramol

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat analgesik (non-opioid) dan antipiretik ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan paracetamol.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat analgesik atau antipiretik lainnya.
  • Baca dengan teliti petunjuk penggunaan obat sebelum menggunakannya.
  • Minum obat sesuai dengan dosis dan jadwal yang tepat.
  • Konsultasi dengan dokter apabila ingin menggunakan obat ini dalam keadaan hamil atau menyusui.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak di atas usia 2 tahun.

Konsultasi pada apoteker Anda tentang semua hal yang harus ketahui sebelum menggunakan obat paracetamol ini.

Interaksi Obat Paramol

Interaksi obat adalah reaksi berbeda yang timbul pada tubuh Anda saat Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu sama tanpa resep dokter. Interaksi obat tersebut umumnya memicu efek samping.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat dengan kandungan paracetamol bila dikonsumsi bersamaan obat lain:

  • Mengurangi penyerapan obat bila digunakan bersama cholestyramine.
  • Menurunkan konsentrasi serum bila digunakan bersama obat rifampisin dan beberapa Antikonvulsan.
  • Meningkatkan efek antikoagulan bila digunakan bersama warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang.
  • Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.

Selain itu, beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat paracetamol, seperti:

  • Aspirin
  • Benadryl
  • Kafein
  • Suplemen kalsium 600 D
  • Codeine
  • Colace
  • Cymbalta
  • Diclofenac
  • Eliquis
  • Suplemen minyak ikan
  • Flonase
  • Hydrocodone
  • Ibuprofen
  • Lasix
  • Lyrica
  • Meloxicam
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Milk of Magnesia
  • MiraLAX
  • Mucinex
  • Naproxen
  • Norco
  • Oxycodone
  • Prednisone
  • ProAir HFA
  • Synthroid
  • Tramadol
  • Suplemen vitamin B12
  • Suplemen vitamin C
  • Suplemen vitamin D3
  • Xarelto
  • Zoloft
  • Zyrtec

Harap tidak menggunakan dua obat atau lebih, termasuk vitamin, suplemen, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Paramol

Berikut ini beberapa efek samping obat Paramol yang mungkin terjadi:

  • Ruam kulit
  • Gatal
  • Bintik-bintik kulit
  • Mual
  • Muntah
  • Feses berdarah atau hitam
  • Urine keruh
  • Kelelahan

Walaupun demikian, efek samping Paramol jarang terjadi. Harap segera hentikan penggunaan bila mengalami efek samping atau gejala tidak kunjung membaik.

Baca Juga: 12 Obat Penting di Kotak Obat dan Obat Nyeri dan Demam: Paracetamol

Dosis Obat Paramol

Dosis Paramol untuk mengatasi gejala nyeri ringan hingga sedang secara umum, sebagai berikut:

  • Dewasa: 0.5-1 gram setiap 4-6 jam sehari. Dosis maksimal adalah 4 gram sehari.
  • Anak Usia 2-<4 Tahun: 180 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 4-<6 Tahun:  240 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 6-<8 Tahun: 240-250 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 8-<10 Tahun: 360-375 miligram per hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 12-<16 Tahun: 480-750 miligram per hari dalam dosis terbagi.

Dosis untuk indikasi nyeri lainnya disesuaikan dengan usia pasien, gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Paramol

Berikut ini panduan cara pakai obat Paramol:

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat sesuai petunjuk penggunaan di balik kemasan.
  • Jangan minum dua obat di waktu yang sama tanpa saran dokter.
  • Telan tablet obat secara utuh, jangan digerus atau dikunyah.
  • Minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat dengan air putih secukupnya.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan konsultasi ke dokter bila Anda tidak kunjung sembuh dalam 3 hari.

Tanyakan kepada apoteker Anda jika belum memahami instruksi penggunaan obat pereda nyeri ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan gejala dengan cepat.

Petunjuk Penyimpanan Paramol

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Paracetamol adalah salah satu obat wajib yang harus ada di rumah.
  • Simpan obat paracetamol pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat paracetamol di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat paracetamol pada kemasan aslinya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.

Itulah pembahasan lengkap tentang obat Paramol untuk apa. Obat ini dijual secara bebas dan digunakan untuk mengatasi nyeri ringan hingga nyeri sedang. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker.

 

  1. Drugs. 2020. Acetaminophen. https://www.drugs.com/acetaminophen.html. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  2. MIMS. 2020. Paracetamol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic. (Diakses pada 25 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. Paracetamol Tablet. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details. (Diakses pada 25 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Paramol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Samping, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Minggu, 26 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Manfaat Genjer, Kandungan, dan Efek Sampingnya oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Konsumsi sayur genjer di negara tropis seperti Indonesia memang bukan merupakan hal baru. Meskipun dapat menjadi gulma di sawah dan lahan basah, tapi sayuran ini juga merupakan tanaman ternyata lezat dikonsumsi dan dapat memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan. Simak berbagai manfaat genjer, cara masak, hingga efek sampingnya berikut ini!

manfaat-genjer-doktersehat

Kandungan Genjer

Genjer (Limnocharis flava) adalah jenis tanaman yang tumbuh di air dan banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk negara-negara Asia Tenggara. Jika pertumbuhannya tidak dipantau, genjer dapat menjadi gulma di sawah dan lahan basah. Tanaman ini yang siap dimasak biasanya dapat ditemukan dengan mudah di pasar tradisional di berbagai daerah di Indonesia.

Tanaman ini biasanya dikonsumsi bagian daun, batang daun, dan tangkai bunganya. Sebagai salah satu jenis sayuran hijau, sayuran ini memiliki beberapa kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berikut adalah beberapa kandungan genjer:

  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Fosfor
  • Serat
  • Asam amino
  • Karotenoid
  • Vitamin A
  • Vitamin B1

Manfaat Genjer

Daun genjer dapat menjadi salah satu pilihan santapan sehat Anda sehari-hari. Pengolahan sayuran ini juga cukup mudah, tidak berbeda jauh dengan jenis sayuran lainnya.

Berikut adalah beberapa khasiat genjer:

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Manfaat genjer yang pertama adalah baik untuk saluran pencernaan.

Sayuran satu ini memiliki kandungan serat dan air yang cukup tinggi sehingga dianggap dapat membantu melancarkan pencernaan. Bagi Anda yang merasakan sembelit atau susah buang air besar. Menambahkan sayuran satu ini ke dalam menu diet harian Anda bisa jadi pilihan.

Selain melancarkan pencernaan, sayuran ini juga dipercaya memiliki sifat karminatif. Artinya, sayuran ini dapat membantu mengurangi masalah gas dalam perut.

2. Menjaga Sistem Imun

Sistem imun yang baik harus dijaga agar tubuh dapat melawan patogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Sayuran ini sangat kaya vitamin A dan beta-karoten (pigmen alami yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Selain itu, batang dan daun genjer juga kaya akan vitamin C.

Baik vitamin A dan vitamin C merupakan vitamin yang sangat baik untuk menjaga sistem imun tubuh dan dapat bertindak sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas.

3. Baik untuk Kesehatan Mata

Selain baik untuk sistem imun, kandungan vitamin A dan beta-karoten juga sangat baik untuk kesehatan mata.

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan penglihatan hingga meningkatkan risiko katarak.

4. Menjaga Kesehatan Kulit

Salah satu penyebab masalah kulit adalah paparan sinar matahari dan juga radikal bebas. Sayurna hijau ini dengan kandungan antioksidannya dapat membantu menangkal radikal bebas ini sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.

5. Menurunkan Kolesterol dalam Darah

Manfaat genjer selanjutnya adalah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Hal ini disebabkan karena kandungan vitamin C dalam sayuran ini. Vitamin C dipercaya sebagai salah satu vitamin yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi dalam genjer juga kemungkinan berkontribusi dalam manfaat yang satu ini. Makanan yang tinggi serat larut dapat membantu menurunkan kadar LDL (low-density lipoprotein) dalam darah.

6. Menjaga Kesehatan Tulang

Sayuran ini memiliki kandungan beberapa mineral yang dapat menunjang kesehatan tulang seperti kalsium, dan fosfor.

Kekurangan dua nutrisi ini pada saat masa pertumbuhan akan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tulang. Maka dari itu, Anda dapat mengonsumsi sayuran satu ini sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan mineral tersebut.

Selain dibutuhkan pada masa pertumbuhan, wanita yang akan memasuki masa menopause juga biasanya membutuhkan asupan kalsium dan fosfor lebih banyak.

7. Mencegah Anemia

Anemia adalah kondisi di mana kadar sel darah merah rendah.

Salah satu cara untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi sayuran hijau yang kaya akan zat besi. Genjer dapat menjadi salah satu pilihan sayuran tersebut.

Baca Juga: 20 Manfaat Daun Kelor bagi Kesehatan (Dilengkapi Kandungan Gizi)

Cara Memasak Genjer

Ada banyak cara memasak genjer, Anda dapat mencampurkan sayuran ini dengan bahan makanan lainnya. Berikut adalah salah satu resep yang dapat Anda coba:

Resep Genjer Tumis Terasi

Bahan:

  • 3 ikat genjer, ambil bagian mudanya saja
  • 3 buah cabai merah, potong-potong
  • 4 buat cabai rawit merah, potong-potong
  • 5 siung bawang merah, iris
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 15 gr terasi bakar
  • 7 sdm minyak goreng
  • 50 ml air
  • 1 sdt kaldu jamur bubuk
  • ½ sdt gula pasir
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Rebus genjer selama 1 menit di air mendidih. Bolak-balik hingga matang merata, kemudian tiriskan dan sisihkan.
  2. Panaskan minyak goreng dengan wajan, lalu tumis bawang merang, bawang putih, cabai, dan terasi. Tumis hingga harum.
  3. Masukkan genjer yang sudah direbus, lalu tumis hingga tercampur merata dengan bumbu.
  4. Tambahkan air, kaldu bubuk, gula pasir, dan garam. Aduk kembali hingga merata.
  5. Tumis siap untuk disajikan.

Apabila tidak menyukai terasi, Anda dapat tidak menggunakannya. Anda juga bisa mencampurkan dengan bahan lain sesuai selera mulai dari sayuran lain hingga daging.

Baca Juga: 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Diabetes hingga Bikin Ramping!

Efek Samping Genjer

Selain memiliki manfaat, sayuran ini juga dapat memberikan efek negatif yang perlu diwaspadai. Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi sayuran ini:

  • Meningkatkan kadar asam urat. Seseorang yang memiliki penyakit gout sebaiknya menghindari sayuran ini karena kandungan purin di dalamnya dapat meningkatkan asam urat.
  • Dapat membawa parasit. Sayuran ini dapat membawa telur parasit apabila tidak diperhatikan kebersihannya. Pastikan Anda mencuci dengan bersih dan memasaknya hingga benar-benar matang sebelum mengonsumsinya.
  • Reaksi alergi. Jika muncul reaksi seperti ruam, gatal, hingga sesak napas setelah mengonsumsi sayuran ini, maka dapat mengindikasikan reaksi alergi. Hentikan konsumsi apabila reaksi ini muncul.

Manfaat di atas adalah manfaat yang didapat berdasarkan kandungan nutrisi yang ada dalam sayuran ini. Belum ada bukti ilmiah tentang bagaimana efek konsumsi genjer untuk kesehatan dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya.

Jika ingin mengonsumsi genjer, pastikan konsumsinya tidak berlebihan. Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi sayuran satu ini.

 

 

  1. Anonim. 2020. Limnocharis flava. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Limnocharis+flava. (Diakses 24 Juli 2020).
  2. Anonim. Genjer Leaves. https://specialtyproduce.com/produce/Genjer_Leaves_16862.php. (Diakses 24 Juli 2020).
  3. Furnia, Meily. 2019. Hits & Simple Daily Cooking: Lebih Lezat Tanpa MSG. Jakarta: VisiMedia.
  4. Lingga, Lanny. 2010. Cerdas Memilih Sayuran; Plus Minus 54 Jenis Sayuran. Jakarta: AgroMedia.

Itulah tadi informasi dari agen judi poker mengenai 7 Manfaat Genjer, Kandungan, dan Efek Sampingnya oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

7 Manfaat Genjer, Kandungan, dan Efek Sampingnya oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Jumat, 24 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu kelainan fisik pada bayi yang harus diwaspadai adalah mikrosefali. Ketahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan yang satu ini mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganan dan pencegahannya.

mikrosefali-doktersehat

Apa Itu Mikrosefali?

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran. Mikrosefali dapat membuat otak tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, beberapa anak yang mengidap kelainan ini memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran ideal. Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya mikrosefali.

Ciri dan Gejala Mikrosefali

Ciri-ciri mikrosefali sudah jelas, yakni ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala yang kecil namun tidak diiringi gejala lain, pun kepala akan tumbuh sampai ia besar. Walaupun demikian, ukuran kepala tersebut akan tetap lebih kecil dari ukuran yang dianggap normal.

Beberapa anak pengidap mikorsefali memiliki kecerdasan yang tingkat intelegensi yang bisa dikatakan normal. Akan tetapi, beberapa yang lain memiliki masalah belajar, namun kecerdasan biasanya tidak bertambah buruk dalam perkembangan kehidupannya.

Ciri dan gejala mikrosefali lainnya yang mungkin muncul di antaranya sebagai berikut:

  • Penundaan perkembangan (keterlambatan duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara)
  • Masalah menelan makanan atau yang berkaitan dengan makan
  • Gangguan pendengaran
  • Hiperaktif (kesulitan memusatkan perhatian atau duduk diam)
  • Gangguan bicara
  • Gangguan pengelihatan
  • Kejang-kejang
  • Postur tubuh yang pendek
  • Gangguan pendengaran

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan medis selama kehamilan agar dokter bisa mendeteksi segala kemungkinan lebih awal. Dengan begitu, langkah-langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Kelainan ini juga mungkin saja baru terdeteksi saat bayi dilahirkan. Segera periksakan anak Anda ke dokter apabila mengindentifikasi sejumlah gejala yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut.

Penyebab Mikrosefali

Hingga kini penyebab mikrosefali pada bayi belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada dua hal yang diduga merupakan pemicu utama atas terjadinya kelainan  ini, yakni:

  • Kelainan genetik
  • Pengaruh lingkungan

Dilihat dari faktor yang (diduga) menjadi penyebabnya, Mikrosefali terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Mikrosefali Kongenital

Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan awal otak. Jenis ini sering terlihat pada anak-anak dengan down syndrome dan kelainan genetik.

2. Mikrosefali Akuisita

Sementara itu, mikrosefali akuisita berarti otak anak mengalami kontak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya ketika di dalam rahim. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika
  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  • Bahan kimia toksik seperti timbal
  • Tidak mendapatkan asupana makanan atau nutrisi yang cukup
  • Alkohol
  • Obat-obatan
  • Abnormalitas kromosom
  • Menurunnya kadar oksigen ke otak janin

Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

  • Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir
  • Cedera pada otak setelah lahir
  • Cacat medulla spinaslis atau otak

Diagnosis Mikrosefali

Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan sebelum atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala lebih kecil dari yang diperkirakan. Guna melihat ini dengan jelas, pemeriksaan yang terbaik adalah pada akhir trimester 2 atau ketika awal trimester 3 kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter atau perawat akan mengukur lingkar kepala dengan cara mengelilingi pita ukur di kepala anak. Ukuran tersebut kemudian dimasukkan pada grafik pertumbuhan, untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Jika pengukuran kepala anak jatuh di titik tertentu di bawah rata-rata, maka lingkar kepala tersebut dianggap tidak normal. Pada kondisi ini, dokter mungkin akan memvonis anak mengidap mikrosefali. Pengukuran lingkar kepala masih akan dilakukan secara berkala sampai usia anak mencapai 2 atau 3 tahun.

Pengobatan Mikrosefali

Tidak ada obat untuk mikrosefali, tetapi ada perawatan untuk membantu masalah perkembangan, masalah perilaku, dan gejala kejang yang kerap muncul. Anak dengan kondisi ini (dalam status ringan) perlu melakukan check up ke dokter untuk memantau bagaimana ia tumbuh dan berkembang.

Sementara anak-anak dengan kondisi yang lebih parah membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Kejang adalah salah satu gejala yang dapat mengancam jiwa. Dokter akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak agar aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak penderita kelainan ini mungkin memerlukan:

  • Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif serta untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot
  • Terapi wicara
  • Terapi fisik

Komplikasi Mikrosefali

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah perkembangan tubuh yang terhambat sehingga ukuran tubuh lebih pendek dari anak lain yang berusia sama. Selain itu, anak juga bisa saja mengalami keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh. Komplikasi medis lainnya yang berpotensi terjadi adalah cerebral palsy dan epilepsi.

Pencegahan Mikrosefali

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak terkena mikrosefali adalah:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin prenatal.
  • Jangan minum alkohol atau memakai narkoba.
  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan (cuci tangan, dsb.).
  • Hindari kontak dengan kotoran kucing karena dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis.
  • Gunakan obat nyamuk ketika tinggal di daerah berhutan atau di negara di mana nyamuk berterbangan dengan bebas. Nyamuk Aedes yang membawa virus Zika mungkin menjadi penyebab kelainan ini.
  • Jika Anda memiliki anak dengan mikrosefali dan ingin hamil lagi, konsultasikan dengan dokter. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga untuk penyakit ini

 

  1. Anonim. Microcephaly. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/microcephaly/symptoms-causes/syc-20375051 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. Microcephaly on Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=microcephaly-90-P02610 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Anonim. What is Microcephaly? https://www.hopkinsmedicine.org/zika-virus/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. CDC. What is Microcephaly? https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  5. Smith, L. 2019. What to know about microcephaly. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305880 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  6. WHO. Microcephaly. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/microcephaly (Diakses pada 16 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari daftar poker online mengenai Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Minggu, 19 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Salah satu kelainan fisik pada bayi yang harus diwaspadai adalah Mikrosefali. Ketahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan yang satu ini mulai dari gejala, penyebab, hingga penanganan dan pencegahannya.

mikrosefali-doktersehat

Apa Itu Mikrosefali?

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran. Mikrosefali dapat membuat otak tidak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Akan tetapi, beberapa anak yang mengidap kelainan ini memiliki perkembangan dan intelegensi yang normal, meskipun kepala mereka berukuran lebih kecil dari ukuran ideal. Faktor keturunan dan lingkungan dapat menjadi penyebab munculnya Mikrosefali.

Ciri dan Gejala Mikrosefali

Ciri-ciri Mikrosefali sudah jelas, yakni ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran normal. Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala yang kecil namun tidak diiringi gejala lain, pun kepala akan tumbuh sampai ia besar. Walaupun demikian, ukuran kepala tersebut akan tetap lebih kecil dari ukuran yang dianggap normal.

Beberapa anak pengidap Mikorsefali memiliki kecerdasan yang tingkat intelegensi yang bisa dikatakan normal. Akan tetapi, beberapa yang lain memiliki masalah belajar, namun kecerdasan biasanya tidak bertambah buruk dalam perkembangan kehidupannya.

Ciri dan gejala Mikorsefali lainnya yang mungkin muncul di antaranya sebagai berikut:

  • Penundaan perkembangan (keterlambatan duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara)
  • Masalah menelan makanan atau yang berkaitan dengan makan
  • Gangguan pendengaran
  • Hiperaktif (kesulitan memusatkan perhatian atau duduk diam)
  • Gangguan bicara
  • Gangguan pengelihatan
  • Kejang-kejang
  • Postur tubuh yang pendek
  • Gangguan pendengaran

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan medis selama kehamilan agar dokter bisa mendeteksi segala kemungkinan lebih awal. Dengan begitu, langkah-langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Kelainan ini juga mungkin saja baru terdeteksi saat bayi dilahirkan. Segera periksakan anak Anda ke dokter apabila mengindentifikasi sejumlah gejala yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut.

Penyebab Mikrosefali

Hingga kini penyebab Mikrosefali pada bayibelum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada dua hal yang diduga merupakan pemicu utama atas terjadinya kelainan  ini, yakni:

  • Kelainan genetik
  • Pengaruh lingkungan

Dilihat dari faktor yang (diduga) menjadi penyebabnya, Mikrosefali terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Mikrosefali Kongenital

Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan awal otak. Jenis ini sering terlihat pada anak-anak dengan down syndrome dan kelainan genetik.

2. Mikrosefali Akuisita

Sementara itu, Mikrosefali akuisita berarti otak anak mengalami kontak dengan sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan otaknya ketika di dalam rahim. Beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika
  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  • Bahan kimia toksik seperti timbal
  • Tidak mendapatkan asupana makanan atau nutrisi yang cukup
  • Alkohol
  • Obat-obatan
  • Abnormalitas kromosom
  • Menurunnya kadar oksigen ke otak janin

Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti:

  • Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir
  • Cedera pada otak setelah lahir
  • Cacat medulla spinaslis atau otak

Diagnosis Mikrosefali

Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan sebelum atau setelah bayi lahir. Selama kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala lebih kecil dari yang diperkirakan. Guna  melihat ini dengan jelas, pemeriksaan yang terbaik adalah pada akhir trimester 2 atau ketika awal trimester 3 kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter atau perawat akan mengukur lingkar kepala dengan cara mengelilingi pita ukur di kepala anak. Ukuran tersebut kemudian dimasukkan pada grafik pertumbuhan â€" untuk mengetahui pertumbuhan lingkar kepala dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Jika pengukuran kepala anak jatuh di titik tertentu di bawah rata-rata, maka lingkar kepala tersebut dianggap tidak normal. Pada kondisi ini, dokter mungkin akan memvonis anak mengidap Mikrosefali. Pengukuran lingkar kepala masih akan dilakukan secara berkala sampai usia anak mencapai 2 atau 3 tahun.

Pengobatan Mikrosefali

Tidak ada obat untuk Mikrosefali, tetapi ada perawatan untuk membantu masalah perkembangan, masalah perilaku, dan gejala kejang yang kerap muncul. Anak dengan kondisi ini (dalam status ringan) perlu melakukan check up ke dokter untuk memantau bagaimana ia tumbuh dan berkembang.

Sementara anak-anak dengan kondisi yang lebih parah membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Kejang adalah salah satu gejala yang dapat mengancam jiwa. Dokter akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak agar aman dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Anak penderita kelainan ini mungkin memerlukan:

  • Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif serta untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot
  • Terapi wicara
  • Terapi fisik

Komplikasi Mikrosefali

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah perkembangan tubuh yang terhambat sehingga ukuran tubuh lebih pendek dari anak lain yang berusia sama. Selain itu, anak juga bisa saja mengalami keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh. Komplikasi medis lainnya yang berpotensi terjadi adalah cerebral palsy dan epilepsi.

Pencegahan Mikrosefali

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan ibu hamil agar janin tidak terkena mikrosefali adalah:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin prenatal
  • Jangan minum alkohol atau memakai narkoba
  • Hindari paparan bahan kimia berbahaya
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan (cuci tangan, dsb.)
  • Hindari kontak dengan kotoran kucing karena dapat menyebarkan parasit yang menyebabkan toksoplasmosis
  • Gunakan obat nyamuk ketika tinggal di daerah berhutan atau di negara di mana nyamuk berterbangan dengan bebas. Nyamuk Aedes yang membawa virus Zika mungkin menjadi penyebab kelainan ini
  • Jika Anda memiliki anak dengan Mikrosefali dan ingin hamil lagi, konsultasikan dengan dokter. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga untuk penyakit ini

 

  1. Anonim. Microcephaly. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/microcephaly/symptoms-causes/syc-20375051 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. Microcephaly on Children. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=microcephaly-90-P02610 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Anonim. What is Microcephaly? https://www.hopkinsmedicine.org/zika-virus/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. CDC. What is Microcephaly? https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html (Diakses pada 16 Juli 2020)
  5. Smith, L. 2019. What to know about microcephaly. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305880 (Diakses pada 16 Juli 2020)
  6. WHO. Microcephaly. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/microcephaly (Diakses pada 16 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Mikrosefali: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Kamis, 16 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit Graves adalah suatu kondisi yang jika tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan mengancam nyawa! Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini.

penyakit-graves-doktersehat

Apa Itu Penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan atau juga disebut hipertiroidisme. Graves merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan hipertiroidisme.

Hormon tiroid dapat memengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk fungsi sistem saraf, perkembangan otak, suhu tubuh, dan bagian penting lainnya, sehingga tanda dan gejala Graves bisa bervariasi.

Penyakit ini sering tidak disadari karena gejala awalnya yang kurang tampak. Biasanya penyakit ini baru diketahui setelah mendapatkan diagnosis dari dokter dengan pemeriksaan beberapa kali.

Ciri dan Gejala Penyakit Graves

Meskipun gejalanya sulit dikenali dan terkadang mirip dengan gejala hipertiroidisme, secara umum berikut gejala penyakit Graves:

  • Kecemasan dan mudah marah.
  • Gemetar (tremor) di tangan atau jari.
  • Sensitif pada panas, berkeringat banyak, atau kulit hangat dan lembap.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Disfungsi ereksi atau penurunan libido.
  • Sering buang air besar (BAB).
  • Mata menonjol atau melotot (Oftalmopati Graves).
  • Kelelahan.
  • Penebalan pada kulit dan memerah biasanya di tulang kering atau di bagian atas kaki (dermopati Graves).
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Gangguan tidur atau insomnia.

Graves Ophthalmopathy

Sekitar 30% penderita penyakit Graves memiliki beberapa tanda dan gejala Graves ophthalmopathy. Ini disebabkan oleh peradangan dan gangguan sistem kekebalan yang memengaruhi otot dan jaringan lain di sekitar mata.

Tanda dan gejala Graves ophthalmopathy termasuk:

  • Mata menonjol atau melotot (exophthalmos)
  • Mata kering
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata memerah atau meradang
  • Tekanan atau rasa sakit di mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Kehilangan penglihatan

Graves Dermopati

Bentuk yang tidak biasa dari Graves adalah Graves dermopati yang ditandai dengan kulit memerah dan menebal. Kondisi ini paling sering terjadi pada tulang kering atau bagian atas kaki.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter jika mengalami demam, gelisah, mengigau, dan mengalami denyut nadi yang cepat, atau gejala lainnya yang telah disebutkan di atas. Seseorang bisa mengalami krisis tirotoksikosis atau krisis tiroid, di mana efek dari terlalu banyak hormon tiroid secara tiba-tiba dapat mengancam jiwa.

Penyebab Penyakit Graves

Dalam penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel sehat dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh biasanya menghasilkan protein yang disebut antibodi untuk melawan zat asing seperti virus dan bakteri. Antibodi diproduksi secara khusus untuk menyerang zat asing tersebut.

Sistem kekebalan tubuh dalam Graves, secara keliru menghasilkan antibodi yang disebut thyroid stimulating immunoglobulin (TSI) â€" hormon hipofisis yang biasanya merangsang kelenjar tiroid â€" yang menyerang sel-sel tiroid sehat. Kondisi ini belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

Faktor Risiko Penyakit Graves

Terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit graves, di antaranya:

  • Usia. Orang berusia di bawah usia 40 tahun lebih berisiko mengalami Graves.
  • Jenis kelamin. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita.
  • Riwayat keluarga. Kemungkinan gen yang dapat membuat seseorang lebih berisiko tinggi terhadap penyakit ini.
  • Gangguan autoimun lainnya. Penderita gangguan lain pada sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis, memiliki risiko lebih tinggi.
  • Stres emosional atau fisik. Peristiwa atau penyakit yang mengakibatkan stres dapat menyebabkan Graves pada orang dengan gen yang berisiko.
  • Kehamilan. Kehamilan atau setelah persalinan dapat meningkatkan risiko penyakit ini, khususnya pada wanita yang memiliki gen berisiko.
  • Merokok. Mengisap asap rokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang meningkatkan risiko Graves. Perokok yang memiliki penyakit Graves juga berisiko lebih tinggi terkena oftalmopati Graves.

Baca Juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Penyakit Graves

Sebagai langkah awal untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa tanda dan gejala penyakit Grave. Dokter juga dapat menanyakan riwayat medis dan keluarga pasien.

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan beberapa tes tambahan berikut:

  • Tes darah. Tes ini dapat membantu dokter menentukan kadar TSH dan kadar hormon tiroid. Penderita Graves biasanya memiliki kadar TSH yang lebih rendah dan kadar hormon tiroid yang lebih tinggi. Dokter dapat melakukan tes laboratorium lain untuk mengukur kadar antibodi yang diketahui menyebabkan Graves.
  • Tes penyerapan yodium radioaktif. Tubuh memerlukan yodium untuk membuat hormon tiroid. Ketika memberi sedikit yodium radioaktif dan kemudian mengukur jumlahnya di kelenjar tiroid dengan kamera pemindaian khusus, dokter menentukan kadar di mana kelenjar tiroid mengambil yodium. Jumlah yodium radioaktif yang diambil kelenjar tiroid membantu menentukan apakah Graves atau kondisi lain yang menyebabkan hipertiroidisme.
  • Tes pencitraan. Ultrasonografi (USG) dapat dilakukan untuk menghasilkan gambar organ dalam, termasuk pembesaran kelenjar tiroid. Tes ini paling efektif pada orang yang tidak bisa menjalani pengambilan yodium radioaktif, seperti wanita hamil. Jika diagnosis penyakit ini masih belum diketahui secara jelas, dokter dapat menyarankan CT scan atau MRI.

Cara Mengobati Penyakit Graves

Apakah penyakit Graves bisa sembuh? Penyakit ini bisa disembuhkan dengan beberapa pengobatan yang efektif dan dapat mengembalikan fungsi tiroid menjadi normal. Perawatan penyakit Graves bertujuan untuk menghentikan produksi hormon tiroid dan untuk menghentikan dampak hormon pada tubuh.

Berikut ini beberapa cara mengobati penyakit Graves:

1. Obat Antitiroid

Obat-obatan antitiroid seperti propylthiouracil atau methimazole dapat diresepkan oleh dokter. Beta-blocker juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi efek dari gejala graves sampai perawatan lainnya mulai bekerja.

2. Terapi Radioiodine

Terapi yodium radioaktif adalah salah satu perawatan penyakit Graves yang paling umum. Perawatan ini mengharuskan pasien menggunakan dosis yodium radioaktif-131. Terapi ini biasanya mengharuskan pasien mengonsumsi obat dalam bentuk pil. Dokter mungkin akan menyarankan tentang langkah pencegahan apa pun yang harus dilakukan dengan terapi ini.

3. Operasi Tiroid

Operasi jarang digunakan meskipun suatu pilihan. Namun, dokter dapat menyarankan operasi jika perawatan sebelumnya tidak efektif, jika diduga kanker tiroid, atau wanita hamil yang tidak dapat menggunakan obat antitiroid.

Jika memerlukan operasi, dokter dapat mengangkat seluruh kelenjar tiroid untuk menghilangkan risiko hipertiroidisme kembali. Pasien akan memerlukan terapi penggantian hormon tiroid secara berkelanjutan jika memilih untuk operasi.

Terkait pertanyaan apakah penyakit graves bisa sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan risiko dari berbagai pilihan perawatan penyakit Graves.

Komplikasi Penyakit Graves

Jika dibiarkan dan tidak segera diobati dengan tepat, bahaya penyakit graves dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Krisis Tiroid 

Meskipun jarang terjadi, komplikasi krisis tiroid atau juga dikenal sebagai hipertiroidisme yang dipercepat atau krisis Tirotoksikosis dapat mengancam jiwa. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika hipertiroidisme berat tidak diobati atau diobati dengan tidak tepat.

Peningkatan hormon tiroid secara tiba-tiba dan drastis dapat menghasilkan beberapa dampak pada kesehatan, termasuk demam, muntah, diare, berkeringat, mengigau, kelemahan parah, kejang, detak jantung tidak teratur, kulit dan mata kuning (jaundice), tekanan darah rendah parah (hipotensi), dan koma. Maka dari itu, krisis tiroid harus segera mendapatkan perawatan darurat.

2. Gangguan Jantung

Jika tidak segera diobati, bahaya penyakit Graves dapat menyebabkan gangguan irama jantung, perubahan struktur dan fungsi otot-otot jantung, dan ketidakmampuan jantung memompa darah yang cukup ke tubuh (gagal jantung).

3. Gangguan Kehamilan

Komplikasi penyakit Grave yang mungkin terjadi selama kehamilan, termasuk keguguran, kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, pertumbuhan janin yang buruk, gagal jantung ibu, dan preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi ibu hamil yang menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gejala serius lainnya.

4. Osteoporosis

Bahaya penyakit Graves yang tidak segera diobati dengan tepat dapat menyebabkan tulang keropos atau rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang tergantung pada jumlah kalsium dan mineral lain yang terkandung di dalamnya. Kelebihan hormon tiroid dapat mengganggu kemampuan tubuh menyuplai kalsium ke dalam tulang.

Cara Mencegah Penyakit Graves

Pencegahan penyakit Graves adalah dengan menghindari faktor risikonya seperti infeksi, asupan yodium jangan berlebihan atau kekurangan, hindari stres, cedera pada kelenjar gondok, dan obat steroid.

 

  1. Anonim. 2020. Graves’ Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15244-graves-disease. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  2. Dock, Elly dan Matthew S. 2018. Graves’ Disease. https://www.healthline.com/health/graves-disease#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  3. Lam, Peter. 2019. All about Graves’ disease. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170005#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Graves’ disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/symptoms-causes/syc-20356240. (Diakses pada 14 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Rabu, 15 Juli 2020

Halo sahabat selamat datang di website kondomdurex.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - kondomdurex.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Keriput adalah kondisi yang semua orang pasti akan mengalaminya. Selain karena faktor usia, ternyata ada faktor-faktor lainnya yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini lebih cepat! Ketahui lebih lanjut mengenai keriput pada kulit mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

keriput-doktersehat

Apa Itu Keriput?

Keriput adalah kondisi ketika pada kulit muncul kerutan, garis, atau lipatan. Munculnya keriput ini umumnya terkait dengan proses penuaan. Tak heran, kulit keriput lazim dimiliki oleh orang-orang yang sudah masuk kategori lanjut usia (lansia).

Keriput bisa terjadi di seluruh permukaan kulit. Akan tetapi, kondisi ini lebih umum dialami oleh area kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti kulit wajah, leher, lengan, dan kaki. Selain itu, faktor genetik juga pada beberapa kasus memainkan peranan dalam membuat kulit menjadi keriput.

Ciri dan Gejala Keriput

Ciri-ciri kulit keriput dapat dikenali dengan mudah, yakni pada kulit muncul kerutan, garis-garis halus, dan lipatan. Selain itu, seseorang yang memiliki kulit keriput juga tekstur kulitnya biasanya terbilang kasar.

Gejala keriput ini biasanya akan semakin jelas terlihat seiring dengan bertambahnya usia. Area kulit yang biasanya menjadi lokasi munculnya keriput adalah sebagai berikut:

  • Wajah
  • Leher
  • Lengan
  • Kaki

Penyebab Keriput

Bukan tanpa alasan mengapa kulit Anda menjadi keriput. Ada sejumlah faktor krusial yang menjadi penyebab kulit keriput. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini!

1. Bertambahnya Usia

Bertambahnya usia menjadi penyebab utama dan paling umum dari kondisi ini. Ya, seiring dengan bertambahnya usia, kulit Anda akan menurun tingkat elastisitasnya. Pun, kulit menjadi lebih rapuh ketimbang saat seseorang masih berusia muda atau produktif.

Alasan lainnya mengapa kulit jadi keriput ketika usia bertambah tuaâ€"utama ketika memasuki periode lanjut usiaâ€"adalah mulai berkurangnya lemak di lapisan terdalam kulit. Pada akhirnya, degradasi lemak ini menyebabkan kulit jadi melonggar dan ya, berkerut serta timbul garis-garis halus.

2. Kebiasaan Merokok

Kendati usia menjadi penyebab paling umum, nyatanya ada faktor lain yang dapat memicu kulit mengeriput bahkan sebelum waktunya. Salah satu dari faktor tersebut adalah kebiasaan merokok. Apa hubungan antara rokok dengan kondisi kulit yang satu ini?

Jawabannya tak lain karena kandungan zat yang ada di dalam rokok disebut-sebut memengaruhi produksi kolagen pada kulit. Padahal, kolagen adalah protein yang berperan penting dalam pembentukan struktur kulit.

Akibat paparan zat yang terkandung di dalam rokok, proses pembentukan kolagen menjadi terhambat. Alhasil, kulit jadi tidak sehat yang salah satunya ditandai dengan munculnya keriput. Anda yang ‘hobi’ merokok sebaiknya mulai menghindari kebiasaan yang satu ini jika memang tidak ingin kulit tampak menua lebih cepat.

3. Paparan Sinar Matahari

Terpapar sinar matahari (UV) menjadi faktor penyebab mengeriputnya kulit. Itu sebabnyaâ€"seperti yang sudah dijelaskan di atasâ€"area kulit yang mengalami kondisi ini adalah area-area yang memang lebih sering tersengat sinar matahari seperti kulit wajah, leher, tangan, dan kaki.

Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat merusak struktur dan jaringan yang ada di dalam kulit yakni kolagen dan serat elastin. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas dan kekuatannya hingga muncullah gejala keriput tersebut.

Oleh sebab itu, Anda yang kerap kali beraktivitas di luar ruangan sehingga harus sering terpapar sinar matahari langsung sebaiknya melakukan langkah pencegahan seperti menggunakan baju yang tertutup atau menggunakan krim tabir surya.

4. Mengekspresikan Wajah

Mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan wajah seperti menyipitkan mata, tersenyum, cemberut, atau mengernyitkan dahi adalah hal yang pasti pernah kita lakukan. Tahukan Anda jika aktivitas ini ternyata juga sedikit banyak berperan dalam memunculkan kerutan pada kulit?

Ya, hal ini dimungkinkan karena ketika Anda menggunakan otot-otot wajah untuk berekspresi, secara tidak langsung pada kulit terbentuk lekukan-lekukan. Seiring dengan berjalannya waktu, lekukan-lekukan tersebut mulai kehilangan fleksibilitasnya. Inilah yang lantas menyebabkan kulit wajah jadi tampak keriput.

Penyebab yang satu ini sejatinya merupakan proses alamiah sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Akan tetapi, Anda masih bisa memperlambat munculnya gejala.

Faktor Risiko Keriput

Kulit yang berkeriput juga sedikit banyak dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko. Faktor risiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Faktor keturunan (genetik)
  • Berat badan menurun
  • Hormon
  • Defisiensi melanin

Diagnosis Keriput

Kulit keriput dapat dikenali dengan mudah melalui pemeriksaan fisik. Akan tetapi, jika Anda mengalami kondisi ini sebelum waktunya, pemeriksaan medis oleh dokter spesialis kulit mungkin dapat dilakukan guna mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Selain menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap kulit. Melalui pemeriksaan khusus, dokter dapat mendiagnosis apa yang memicu kulit mengeriput dan menentukan prosedur pengobatan seperti apa yang bisa diterapkan guna mengatasi kondisi tersebut.

Pengobatan Keriput

Kulit keriput umumnya bukan merupakan suatu hal yang berbahaya dan bahkan sangat wajar. Akan tetapi, jika Anda merasa tidak percaya diri dengan kondisi ini, berikut ada sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan.

1. Pengobatan Alami

Keriput bisa diatasi secara mandiri dengan cara-cara alami seperti:

  • Tidur dengan posisi telentang
  • Melakukan senam wajah
  • Menggunakan masker wajah alami
  • Mengonsumsi ikan
  • Mengoleskan minyak zaitun
  • Mengoleskan madu dan lemon
  • Mengoleskan gel lidah buaya

2. Obat-obatan

Guna mengoptimalkan penanganan kulit keriput, Anda juga bisa menggunakan obat kulit topikal yang mengandung vitamin dan zat lainnya yang baik bagi kulit seperti vitamin A. Konsultasikan pada dokter apa saja obat kulit yang sebaiknya digunakan guna mengatasi kondisi ini.

3. Operasi Kecantikan

Teknik pengobatan kulit keriput lainnya yang mungkin efeknya akan terasa lebih cepat adalah operasi kecantikan. Operasi kecantikan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Dermabrasi, adalah metode pengobatan kulit yang dilakukan dengan cara mengikis lapisan luar kulit. Medium yang digunakan berupa sikat khusus. Selain mengikis lapisan kulit, dermabrasi juga berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru
  • Terapi laser, adalah metode penanganan yang dilakukan dengan memanfaatkan sinar laser untuk merangsang produksi kolagen. Caranya adalah dengan membuat luka pada kulit bagian luar dan membuat panas kulit bagian dalam. Metode ini akan tetapi baru terasa efeknya setelah beberapa bulan kemudian
  • Botox, adalah metode pengobatan kulit keriput yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan botox ke dalam otot-otot di dalam kulit. Ini kemudian akan menyebabkan otot kulit berkontraksi hingga kemudian membuat kulit jadi lebih kencang. Sayangnya, efek dari metode ini bersifat temporer, yakni sekitar 3-4 bulan
  • Chemical Peels, adalah teknik penanganan kulit berkeriput dengan cara membuat kulit terkelupas melalui medium zat kimia. Cara ini dapat menimbulkan efek samping berupa kulit yang menjadi tampak kemerahan walaupun hanya bersifat temporer
  • Filler, hampir sama seperti teknik chemical peels, filler dilakukan dengan memanfaatkan medium zat kimia. Zat kimia ini disuntikkan ke area kulit yang terdapat keriput. Kemudian, zat kimia tersebut bekerja dengan cara menyamarkan keriput tersebut
  • Facelift, adalah metode pengobatan kulit berkeriput yang dilakukan dengan cara mereduksi lemak dan kulit yang berlebih, pun meningkatkan kekencangan otot-otot kulit. Metode ini bisa bertahan selama 5-10 tahun

Pencegahan Keriput

Kulit keriput mungkin memang tidak bisa benar-benar dihindari karena hal ini berkaitan dengan usia. Akan tetapi, setidaknya Anda dapat menunda terjadinya kondisi ini terlebih jika Anda memang masih masuk ke dalam kategori usia muda.

Apa saja yang dapat dilakukan?

1. Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Pertama, lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Anda bisa mengenakan pakaian yang tertutup jika memang harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, pastikan untuk tidak terlalu lama terpapar sinar matahari.

2. Menggunakan Krim Tabir Surya

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yang kedua Anda bisa menggunakan krim tabir surya dengan SPF yang cukup tinggi. Krim tabir surya memang diformulasikan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Kulit yang sehat salah satunya dipengaruhi oleh asupan vitamin dan nutrisi yang mencukupi. Guna mencapai hal ini, Anda sangat disarankan untuk rajin mengonsumsi makanan-makanan bergizi seperti buah dan sayuran.

4.  Tidak Merokok

Karena salah satu penyebab kulit keriput adalah merokok, maka cara mencegah kondisi ini terjadi sebelum waktunya adalah dengan sebisa mungkin menghindari kebiasaan yang satu ini.

 

  1. Anonim. Wrinkles â€" Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wrinkles/symptoms-causes/syc-20354927 (diakses pada 10 Juli 2020)
  2. Brazier, Y. 2016. What can I do about wrinkles? https://www.medicalnewstoday.com/articles/174852#aesthetic_options (diakses pada 10 Juli 2020)
  3. Watson, K. 2018. How to get rid of wrinkles. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-get-rid-of-wrinkles (diakses pada 10 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - kondomdurex.xyz dan sekianlah artikel dari kami kondomdurex.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tags:

Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - kondomdurex.xyz

By topglobal90 → Jumat, 10 Juli 2020